short storii lia's

 Cerpenku –  dua pilihan

**
Dikala masii berada dibangku perkuliahan, terdapat dua joli sahabat “vera dan lena”. Persahabatan itu dimulai ketika mereka sedang mengikuti sebuah kegiatan di kampusnya setelah akhir semester 1.
Awal masuk kuliah, vera dan lena bukanlah sahabat yang dekat. Mereka sangat berbeda watak dan sifatnya. Memang perbedaan bukanlah penilaian untuk menjalin sebuah kedekatan meski sahabat sekalipun. Vera yang terlihat angkuh, dan sedikit genit berbeda sekali dengan lena yang cuek dan masa bodoh. Tapi perbedaan itu membuat mereka merasa nyaman, saling melengkapi. Indahnya sebuah persahabatan.
Akhir semester 1, sebuah UKM X dikampusnya membuat vera dan lena tertarik. Kegiatan yang dilaksanakan diluar kota, hendak dilakukakan 2 minggu yang akan datang. Sebelum dimulai, diadakanlah sebuah latihan dikampusnya yang dimana memaksakan mereka untuk menginap dirumah temannya aisah. Suatu hari aisyah pergi berkunjung kerumah saudaranya, meninggalkan vera dan lena yang masi nginep dirumahnya. Ketika itu, mendadak hujan besar tujun alhasil banjirlah tempat tinggal aisyah.
“Sungguh malang nasib kita, Kemaren aja gue nginep ga ada loe baek-baek aja. Eeee,,, giliran ama loe banjir dehh”.  Kata vera bercanda
“sialan loe, loe aja yang apes. Ga iklas kali aisyah kita nginep disini”. sahut lena yang tertawa lantang.
Musibah itu membuat mereka menjadi lebih dekat. Di tempat yang dipenuhi air kotor itu, mereka tiduran sambil berceita layaknya teman dekat meski nyamuk menggigit kulit mereka hingga memerah. Namun mereka hampir memiliki kesamaan ketika berbagi cerita, mereka tertawa senang karenanya.
Beberapa hari kemudian, tibalah waktunya untuk berangkat ke luar kota “kota A”. Dengan sebuah mobil yang mereka tupangi, mereka duduk berdekatan meski tak bersebelahan. Lena yang menyanyi sebuah lagu “Y”, ditertawakan oleh vera.
“ dasar lena dari tadi loe nyanyi itu mulu”. Sahut vera yang sedang tertawa geli
Lena pun tetap bernyanyi sambil tertawa dan menggetok tangan vera dan berkata, “uda loe bantuin gue nanyi aja, gue ga afal liriknya”.
Di mobil yang beroda empat itu, mereka bernyanyi dengan berisiknya hinnga membuat mereka menjadi lapar. Dikeluarkanlah sebuah kue dari tas lena, dan dibagikan oleh vera. Setiba dikota A, meski mereka berbeda regu tapi mereka lebih dekat daripada dengan orang lain. Vera yang sedang sakit, selalu dihibur dan disuport oleh lena. Merekapun menjadi lebih dekat hingga kegiatanpun selesai.
Selesai kegiatan tersebut, kembalilah mereka kembali kekampus untuk mengikuti proses perkuliahan lagi. Kedekatan vera dan lena semakin terlihat dengan pengorbanan dan kebersamaan diantara mereka.
Suatu hari, di kampus sedang diadakan pesta kecil-kecilan, vera dan lena pun dateng. Mereka berjanji untuk nonton terlebih dahulu,setelah itu mereka hadir di pesta tersebut. Itulah pertama kalinya mereka jalan bareng. Menginap dikampus pertama kali.

***
Dua semester berlalu, hadir dua anak baru dikelas kami. Kala itu kami berempat aku(lena), vera, alexa, tessi menjadi seorang teman. Tapi diantara kami berempat aku(lena), vera, alexa lebih dekat. Lena yang lebih dekat dengan alexa membuat vera mencadi cemburu. Kedekatan mereka berdua berubah menjadi perselisihan diantara alexa, lena dan vera. Vera yang merasa dilupakan oleh lena marah ketika lena dan alexa sering pergi berduaan, dan tanpa disadari lena dan alexa ternyata didiamkan oleh vera. Dengan pemikiran yang dewasa, lena dan alexa mengklarifikasikan masalah itu, pada akhirnya merekalah yang meminta maaf kepada vera. Setelah perselisihan tersebut dilalui, mereka kembali bersama-sama lagi.
Suatu hari, hadir seorang cwo tampan dikampus kami Yng bernama Gemmy. Dia anak baru di fakultas kami. Sebelumnya kami pun cuek dengan kedatangan cwo tersebut. Tapi lambat laun vera bercerita tentang ketertarikan dia dengan Gemmy.
“Nyong gue mau cerita nih ma lo...?!” sahut vera
“Cerita aja sih langsung, biasanya langsung nyrocos lo...” tegasku sambil tertawa
“ gue lagi pallin in lope ni ma gemmy, bantuin gue ya buat deketin dia soalnya dia tipe cowo Coll gmn gtu..”
Setelah vera bercerita tentang perasaan dia, sebagai temen gue mau banget bantuin dia buat jadian sama Gemmy. Gue yang hendak deketin gemmy buat cari-cari info tentang dia aja, susahnya setengah mati.
“Aneh...” ucapku dihati
Aku yang hendak mencoba ngobrol dengan Gemmy pun juga tak mampu. Sungguh dinginya si cowo yang satu ini. Suatu tantangan buat dapetin dia. Tak lama kemudian vera pun memiliki pacar. Dan misiku tetap berlanjut, meski susah setengah mampus.
Tak lama ku hendak mendekati Gemmy buat bantuin vera, ternyata muncullah gosip tentang gue dan Gemmy .
“ini salah kaprah.” Teriakku di hati
Ketika itu gue masi belom paham, yang dibilang suka itu gue atau Gemmy. Tapi lama kelamaan rasa terlarang itu muncul di diriku.
“Maafin gue vera, bukan maksud gue buat nglakuin ini. Gue ga maksud.” Ucapku dihati sambil menangis.
Gosip tersebut makin menyebar di kampus kami. Untung saja vera tak begitu menggubrisnya. aku yang memendam perasaan itu, sangat menyiksa. Bahkan lebih baik ku terkurung dirumah gelap sendirian sekalipun dari pada terkurung hati yang selalu membisu. Hendak ku bercerita, tapi kepada siapa? Ketika itu aku mengingat seorang sahabat yang masih begitu perduli terhadapku lebih dari seorang Vera.
“Alexa...” teriakku
Aku yang berada didalam kelas seorang diri, langsung pergi mencari Alexa. Ketika kujumpai alexa di perpustakaan. Tapi...?! aku melihat ia sedang bersama Gemmy. Langsung aku pergi dari ruangan yang penuh dengan buku tersebut dengan muka yang lebih bingung. Kulihat bangku di depan perpustakaan, ku hentikan langkah dan duduk sejenak dibangku tersebut.
Aku menunggu hampir setengah jam, dan akhirnya...
“Alexa....” panggilku. Dia menoleh, ku pikir dia mau menghampiriku tapi ternyata tidak.
“Soryy saii, gue kekelas dulu ya. Uda ada dosen.” teriaknya
Niat ku hendak bercerita dengan alexa hari ini gagal sudah. Kupikir aku hanya mampu bercerita dengan dia, dan hari ini tetap ku tersiksa dengan perasaan yang tak seharusnya kumiliki.
Ketika aku hendak meninggalkan bangku tersebut, tiba-tiba ku dengar suara seorang pria yang memanggilku. Aku menoleh, dan ternyata Gemmy. Dia menghampiriku, memegang tangan ku.
 “ada apa ini? Tak seperti biasanya dia seperti ini.”pikirku
Lena, bisa bantu Gemmy ga? Ucapnya
Dengan spontan ku menjawab. “bisa ko, bantuin apa?”
Tanpa keluar kata lagi dari bibirnya, tiba-tiba dia menarik tanganku. Dengan bodohnya aku tak bicara sepatah katapun.
“Kuikuti kemanapun kamu pergi.”ucapku dibatin.
Tak lama kemudian sampailah ketempat yang dia tuju. Taman? Aku sedikit bingung, tapi aku harus bilang apa. Takutnya dibilang lebai...
Dia meninggalkan aku bersama buku sejenak di sebuah bangku yang terasa sejuk disana. aku menoleh ke kiri dan kanan, aku mencari Gemmy tapi tak kulihat dia di sudut taman sekalipun.
“masa ngajak gue kesini, langsung ninggali gue sih? Cowo aneh”
Dan akhirnya Gemmy kembali dengan membawa dua porsi nasi goreng dari kantin.
Gemmy          : “ini buat lena.”ucapnya
Lena               :“Kenapa gak makan dikantin aja gy, kan lumayan jauh taman sama kantin.” Kataku polos.
Gemmy          : “Dengan senyumannya yang begitu manis, dia berucap : “kelamaan nunggu ya?”
Lena               : “ega ko (menggeleng).”
Kamipun makan disana, ditempat yang sangat sejuk.
Gemmy          : “gimana, enak kan disini.?”
Lena               : “iya, sejuk banget. Tadi mau minta tolong apa?
Ko malah ngajak makan...
Gemmy          : “owh ituu, ntar aja len. Makan aja dulu, takutnya kamunya ga                              naspu lagi.
Lena               :yawdah (penasaran).
Suasana hening datang diantara kami. Hendak ku menghidupkan dengan sebuah obrolan, tapi ternyata “ dia nyuapin gue”. Deg-deg an gue disitu, seorang cowo yang gue suka tiba-tiba ngajak gue makan dan akhirnya nyuapin gue.
Gemmy          : “makasih ya?”
Lena               : buat?
Gemmy          : tersenyum
Lena               : makasiih..
                        Makasih buat apa gy?
Gemmy          : makasii buat bantuannya lena.
Lena               : hmmm, lena yang stupid apa meggy nya yang over smart.
Gemmy          : bener ya kata alexa.
Lena               : alexa? Bilang apa dia
Gemmy          : ega ko(tersenyum)
                        (Bertelpon ; “iya”)
Lena               : Gemmy minta tolong apa?
Tiba-tiba seorang wanita mengantarkan sebuah kotak (mungkin kado) kepada meggy.
Gemmy          : ini buat lena.
Lena               : buat aku? (kaget)
Dia yang tersenyum, meminta aku untuk membukanya.
Gemmy          : kalo lena mo bantu Gemmy, tolong bukain kotaknya ya?
Aku kaget, tapi apa maksud dari semua itu belum aku temui. Tanpa berfikir panjang aku membuka kotak tersebut. Baru sesaat aku melihat dari isi kotak tersebut, tiba-tiba Gemmy memegang tanganku.
Gemmy          : Lena makasih banget uda mau bantuin aku buka buka kotak itu. Kamu sendiri uda liat isi dari kotak itu. Itu kalung perwakilan dari perasaan aku ke kamu lena. Gemmy sayang ama lena. Kalo lena mau nrima Gemmy, pake yah kalung dari Gemmy.
Lena               : gemmy serius?
Gemmy          : gemmy ga pernah bohong dengan perasaan.
Lena               : lena.....
                        Lena ga bisa...
Gemmy          : lena uda punya cowok?
Lena               : bukan..       
                        Lena ga bisa make kalungya sendiri..
Gemmy          : tersenyum,jadi lena mau jadi cewenya gemmy?
Lena               ; mengangguk
Kuterima sebuh hati yang hilang tersebut, dan ku tak ingat akan ada hati yang terluka karena ulahku. Kami merayakan hari jadi kami tersebut. Aku bahagia sekali..
“Maafkan gue vera.”ucapku
Perbincangan di taman selesai, aku langsung masuk kekelas diantar oleh meggy.
kelas selesai, akupun hendak pulang. Ketiku ku keluar pintu..
“taaraaaa..” ucap Gemmy
“Gemmy,!! bikin kaget aja ikh.. sahutku
Gemmy yang selalu bersikap dingin. Setelah membuat aku kaget, dia langsung menarik tanganku untuk menjauh dari kelas sejenak. Meskipun dia seorang cowok yang cool tapi dia tidak pula orang yang tak romantis. Disaat itu, dia membawa sebuah boneka yang lucu dan bunga yang begitu indah.
“ikhh,,makasih..” Kataku manja
Ia hanya tersenyum dan memegang erat tangan kiriku. Kembali lagi ia lakukan, menarikku tanpa bertanya terlebih dahulu. Ternyata ia menarikku ke parkiran kampus.
“aku anter pulang ya?” katanya
“iya.”jawabku singkat
Setelah motornya siap, langsung aku menaiki jok belakang motornya. Berkendara dengan sangat hati-hatinya ia memboncengiku.
“Gemmy, maksii ya buat hari ini.”kataku
“ iya, mau nonton dulu ga? Katanya singkat
“Aku mau.” Jawabku manja
Setelah sampai disebuah mall yang tak begitu jauh dari kampus kami, kami pun langsung menuju ke XXI. Ku pikir aku bakal nonton film fav aku (action), atau yang berbau sedikit seram tapi ternyata kita nonton film romanticly yang dimulai setengah jam lagi. Sembari menunggu setengah jam tersebut, kami duduk di sebuah bangku. Gemmy menyuruhku duduk terlebih dahulu, dan kembali lagi meninggalkan aku. Dia memesan sebuah minuman dan popcorn. Sembari menunggu kami bercandaria, ternyata dia tak sedingin yang kukira dan Dia begitu romantis.
Selesai nonton dia langsung mengantarku pulang. Dengan pegangan yang sangat erat. Terasa begitu hangat dan menenangkanku. Tak ingin bila cepat- cepat sampai rumah.
“lena, makasih ya buat hari ini.” Ucapnya
“itu kan kataku yang tadi(tertawa), iya Gemmy.”kataku
Tak begitu banyak berbicara, tapi begitu perduli denganku itulah sifatnya (GEMMY). setiba dirumah, kuajak mampir sebentar ke rumah. Berkenalan lah ia dengan sodaraku karena orang tuaku jauh dariku.
Beberapa hari berlalu, hubungan kami pun terasa lebih dekat. Namun, ku mengingat seorang sosok sahabatku yang membangunkanku dari mimpi indah ini. Benarr...
Vera...?!
Dia menghampiriku ketika aku sedang dikelas sendirian.
“Hey nyong, kemana aja lo? Sms ga pernah..? telfon ga pernah..?” tanya vera
“aku ga punya pulsa.” candaku
Seperti biasa, kamipun ngobrol dengan bercanda ria. Namun seorang pria datang mendekati kami, dan ternyata Gemmy. aku bingung harus seperti apa dan gimana. Aku ga mungkin bermesraan dengan cowo yang disukai oleh sahabatku sendiri. Tapi untungnya Gemmy keluar lagi dari kelas. Aku ga tau kenapa dia begitu, tapi yang pasti jantungku ga jadi copot.
Hari ini bebeda dengan sebelumnya, Gemmy yang biasanya nunggu didepan kelas aku buat ngajak pulang bareng tapi dia tak terlihat kali ini padahal dia tau kalo aku pulang jam segini. Kulihat kiri dan kanan, ku coba mencarinya, tapi memang dia tak ada.
Aku berjalan dengan muka yang murung. Beberapa langkah kulewati, tiba-tiba sebuah tangan menyentuhku. Kuhentakkan tangan tersebut Dan menoleh ternyata Gemmy.
“kamu selalu dehh bikin aku kaget, aku kira siapa.” Kataku lantang
“maaf , kaget ya?” tanyanya dengan wajah penuh dosa
Kamipun pulang bersama. Tapi dia mengajakku berhenti sejenak di sebuah taman.
“kita ngobrol-ngobrol dulu aja yuk?” ajaknya
Maka kamipun memilih disebuah bangku yang rindang dengan pohon sejuk disampingnya sambil memesan sebuah minuman.
Lena          : “tadi, kenapa ga jadi kekelas?’ tanyaku
Gemmy     : “owh, tak apa ko.” Jawabnya
Lena          : “Apa ada yang lagi kamu pikirin? Trus tadi juga, aku kira kamu ga bisa pulang bareng ma aku. Hari ini kamu aneh.” Tegasku
Gemmy     : “Kamu pengen aku bicara jujur atau bohong?”
Lena          :“jujur.” Jawabku singkat
Gemmy     :“aku memang lagi mikirin sesuatu, ini semua juga mengenai hubungan kita.
Lena          :“aku masii belum ngerti, memang kita kenapa?”
Gemmy     :“Kita emang ga kenapa-kenapa tapi kamu yang kenapa?”
Lena          : “emang aku kenapa?”
Gemmy     : “aku bukan meksud menyalahkan kamu, Cuma aku pengennya diantara kita ga ada rahasia. Lebih baik terbuka meskipun menyakitkan.” (memegang tanganku)
Lena          : “lalu, aku nutupin apa ke kamu? Ga ada yaang aku tutupin. Aku ga selingkuh, aku ga jalan sama cowo.”.
Gemmy     : bukan itu maksud aku.
Lena          : trus apa?
Gemmy     : antara kamu, vera dan kita.
Lena          : (kaget) kamu??
Gemmy     : iya aku tau
Lena          : kamu tau dari mana?
Gemmy     : ga perlu dipertanyakan dari mana aku bisa tau nya, yang harus kita cari gimana solusinya. Kamu ga mungkin kan nyembunyiin terus-terusan hubungan kita ke vera?
Lena          : aku bingung, aku tau dia seperti apa. Kalau dia tau kita jadian tanpa kabar ke dia, dia pasti tersinggung. Kamu ga berfikir buat pacaran sama vera kan?
Gemmy     : yang ku sayang itu kamu.
Lena          : maaf, aku Cuma takut aja karena aku uda terlanjur sayang ke kamu.
Lena          : Lalu apa menurut kamu aku harus jujur?
Gemmy     : (mengangguk) jujur itu lebih baik.
Malam harinya, ku memikirkan pembiraanku dengan Gemmy tadi sore. Mungkin memang benar aku harus berbicara yang sebenarnya dengan vera. Tapi aku belom siap. Tapi siap ga siap besok aku harus ngomong.
Keesokan harinya, proses belajar berjalan seperti biasanya. Sewaktu istirahat, aku pergi ke kelas vera buat berbicara dengan vera. Baru aku menyapa dia, dia tak merespon terhadapku. Dia diam.
“vera, kenapa loe?”tanyaku
Dia hanya menggeleng kepala sambil memainkan laptopnya. “Mungkinkah dia tahu apa yang telah terjadi.” Pikirku. Ku coba mengajaknya berbicara seperti biasanya, tapi dia tetap diam. Terasa kaku aku jadinya. Tujuanku untuk berbicara mengenai hubunganku dengan Gemmy gagal sudah. Aku pergi meninggalkan dia seorang diri.
ku berdiam di taman dekat kelasku sejenak untuk memikirkan vera yang tiba-tiba mendiamkan aku. Dalam kegalauanku yang luar biasa, dan pada akhirnya Gemmy menghampiriku ditaman.”
“kamu kenapa?” tanyanya
“gapapa.” Jawabku singkat
Dia mencoba menenangkanku. Dia sudah tahu betul bahwa aku sedang bingung. Dia tak bertanya apa-apa sebelum aku berbicara.
“mungkin vera udah tahu.” Tegasku dengan nada yang pelan
“uda kamu kasih tahu?”
Aku yang hanya menggeleng karena aku sendiripun tak tahu yang sebenarnya. Lalu aku bercerita dengan Gemmy tentang tadi yang terjadi antara aku dan vera. Yang aku takut dia tahu hal tersebut dari orang lain, bukankah ia merasa tak kuanggap. Akulah yang bersalah disini.
“lalu aku harus gimana?” tanyaku hampir menangis
“tenangkan diri terlebih dahulu sayang, belum tentu vera marah sama kamu. Cari tahu terlebih dahulu permasalah dia (kenapa dia seperti itu dengan kamu). Jangan selalu menyalahkan diri ya, itu ga baik.” Katanya
Ucapan dari dia selalu membuat aku lebih tenang. Ku bersandar dibahunya, begitu teduh terasa. Hingga bel masuk pun berbunyi. Kita masuk kekelas masing-masing.
Pulang kuliah aku pergi kekelas vera lagi.
“vera, makan diluar yuk?.” Ajakku

Dia hanya menggeleng dan langsung meninggalkanku tanpa kata apa-apa lagi. Aku mengejarnya dan memanggilnya, tapi dia tetap pergi tanpa menggubrisku. Kuhentikan kaki ini untuk mengejarnya, kudengar seseorang memanggilku.
“alexa,,, kenapa?” tanyaku
“ loe didiemin ma vera?” tanyanya spontan
Gue diem.
“dia juga ngediemin gue, bahkan dari kemaren pas pulang kuliah.” Tegasnya
“ iya, gue tanya ga dijawab. Gue ajak ngomong ga mau denger. Mungkin dia udah tau xa.” Tegasku
Keesoakan harinya aku ke kelas vera dan alexa lagi. Ku cari vera tapi yang kutemui hanya alexa.
“vera mana xa?” tanyaku
“dia ga masuk tanpa keterangan, gue sms ga dibls.” Jawabnya
Usai dari kelas vera, aku pergi kekelas Gemmy.
“ vera ga masuk, dia marah sama aku dan alexa.” Kataku
“ kamu tau dari mana dapet kesimpulan kaia gitu?” katanya
Kujelaskan semua yang terjadi. Dan pulang kuliahpun aku hendak berkunjung kerumah vera dengan alexa tanpa Gemmy.
“maafkan aku sayang.” Katanya singkat
“ maaf? Kamu ga salah, jangan nyalahin diri kamu.” Tegasku
Dengan muka yang bersalah dia mencoba menenangakanku.
Pulang kuliah aku dan alexa langsung pergi kerumah vera, diantar dengan honda jazz nya Gemmy. setiba dirumah vera kami langsung masuk tanpa Gemmy dan diapun menjauh dari rumah vera.
Asalamualaikum...kataku dan alexa
Dan dijawab oleh mamanya vera..(wa’alaikum salam..)
“Tante veranya ada ga?” tanya alexa
“Vera nya belom pulang dek, emang tadi ga ketemu?” kata mama vera
“ketemu sih tante, Cuma aku ada perlu soalnya tadi vera langsung pergi. Aku kira pulang.” Kataku bohong
Kami langsung berpamitan pulang tanpa masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.
“kira-kira vera kemana ya?”tanyaku terhadap alexa
Kami yang sama-sama tidak tahu langsung pergi mencari makan karena lapar yang tak tertahan dengan dijemput oleh meggy yang tadi mengantarku.
“gimana uda ketemu vera?” tanya Gemmy
“veranya ga ada, kata mamanya dia tadi kuliah Cuma belum pulang.” Sahut alexa.
“Ya udah kita makan aja dulu yuk,, aku laperrr..” kataku manja
Dan keesokan harinya aku hendak menjelaskan permasalahanku dengan Vera, namun tetap seperti biasanya. Dia menghindar dan masa bodoh denganku. Sempat aku merasa jengkel dan kesal namu jika difikir, akulah yang bersalah. Ku mencobanya lagi ketika kami pulang kuliah, namun memang dia itu keras seperti batu jika marah pasti sangat merepotkanku. Ketiga kalinya aku didiamkan, dan ketiga kalinya pula aku minta maaf diabaikan. Sangat MEMALUKAN...!
Dan kufikir aku tak kan mencobanya lagi. Terserah...!! aku benar-benar kesal saat itu.
Mungkin baginya ini adalah kesalahan yang fatal. Oke, fine... sampai disini aja kisah kita sobat.”ujarku”.
Melihat aku yang sedang kesal, Gemmy mendekatiku dan menenamgkanku. Aku yang merasa lega ketika mendengar kata-kata dari meggy. dialah pemberi saran terbaikku. Dan kamipun pulang bersama dengan motornya dia.
Hari-hari berlalu. Aku dan Gemmy semakin dekat, sebaliknya dengan hubungan aku dan vera. Semakin memanas dan akhirnya kami menjadi sepasang musuh kelas kakap. Alexa yang tak bersalah pula, didiamkan olehnya.
Alexa         : vera juga diemin gue tuu...
Lena          : masa..!! padahal loe kan ga bermasalah ama dia.
Alexa         : ga tau tuh dia, satu dibenci semua kebanjiran. Ya udahlah, kaga penting ini...
Lena          : sorii ya, karna gue lo jadi kecipratan sial juga.
Alexa         : no problem saii, bukan salah loe seutuhnya ko.
          Aku dan alexa selalu bertukar fikiran sedangkan vera selalu memandang kami sinis. Mungkin buat dia aku adalah babi hutan yang siap diburu.
Satu bulan berlalu, aku dan vera masii marahan. Padahal diluar sana banyak paham yang membicarakan kami.

“lena...”
“Kupikir ada yang memanggilku. tapi siapa ya?” ujar ku
Hey,, jarang lo kumpul lagi ma vera. Kenapa? Ucap toni kaka kelasku
“no problem, ga ada yang dipermasalahkan.” Jawabku
“ ga usah ditutupi, gue tau masalahnya.” Ujar dia
“sejak kapan lo jadi wartawan? Dan sepertinya jika orang yang kamu tanya segan menjawab, kamupun tak berhak memaksa. Bukankah anda lebih dewasa?” tegasku
dan dia terdiam tak mampu menjawab lagi, kufikir dia malu. Kutinggalkan dia yang tak perlu bagiku. Dan aku berjumpa dengan kekasihku (Gemmy). dengan bahasa tubuhnya, dia mengajakku pergi. Mungkin satu kata dari bibirnya butuh power yang lebih. Kami pergi, hingga berhenti di Pantai Ancol.
“Aku suka pantai.” Kataku
“syukur dehh, berarti aku ga salah ajak kamu kesini. Gimana permasalahan dengan vera?” tanya nya
aku hanya menggeleng. Tetapi dia malah minta maaf denganku.
Gemmy     : (memegang tanganku) sayang, maafin aku. Ini karnaku sehingga kamu dan vera menjadi seperti ini.
Lena          :(kupegang erat tangannya) tak ada yang bersalah disini. Kalupun ada, akulah yang pantas disalahkan. Meskipun hubunganku dan vera seperti ini tapi aku ga mau hubungan kita berakhir pula. Dan kita disini buat seneng-seneng, aku ga mau ngomongin masalah ini lagi.
Dia terdiam.
Hingga jam menunjuk pukul tujuh malam, kamipun pulang.





***
1 bulan berlalu,
          perubahan sedikit antara aku dan vera, Vera mendadak berubah pikiran. Vera yang sebelumnya sangat membenci dan menghindar dariku, tepat hari ini dia mulai mendekatiku.
Hey, udah ngerjain tugas belom lo? Ujar vera
Aku terdiam sejenak, ibarat film animation mungkin diatas kepalaku timbul puluhan tanda tanya disana. uda, tugas statistik kan ya?
Ya, boleh donk gue pinjem. Tegasnya
          Lalu kuberikan buku tugasku ke dia, dan diapun menyontek di samping bangkuku Selesai menyontek kami mengobrol-ngobrol sambil bercanda. Alexa melihat aku dan vera dengan aneh. Mungkin dia merasa galau “pikirku”.
          Tiba waktu istirahat, vera mengajak lena dan alexa kekantin. Tepat didepan kelas, dilihatlah Gemmy yang telah menunggu lena. Ku hentikan langkahku disana.
Lena          : Kalian duluan aja ntar gue nyusul(ucapny kepada alexa dan vera). 
Gemmy     : uda baekan?
Lena          : mungkin, dia deketin aku sama alexa. Yaudah kitapun welcome ke mereka.
Gemmy     :  yaudah selagi niat dia baek mah gpp ko. Udah makan belom?
Lena          : belom.
          Tanpa bicara lagi, dia langsung menarik tanganku. Karena sudah  terbiasa, aku ikutin saja dia hingga kami tiba di kantin. Dia memesan makanan dan aku melihat vera dan alexa. Aku terus melihat mereka, aku berfikir sepertinya ada yang aneh. OMG mereka nungguin aku “pikirku”. Gemmy pun duduk kembali dibangku yang kami pilih dengan makanan yang dipesannya.
“Sayang, aku nyamperin alexa sama vera bentar ya?” Tanyaku
Dia diam....
“Hanya sebentar.” Tegasku
“Yaudah gpp ko, kamu kesana aja.” Jawabnya
“Aku merasa bersalah dengan Gemmy (mungkin dia kecewa). “tak lebih dari lima menit aku uda disini”.
“Dia tersenyum dan akupun tersenyum lega.”
Aku berjalan menuju meja alexa dan vera.
“Sorii teman tadi nunggu lama, kalian makan aja dulu gue uda mesen di meja sebelah sana. Kalo mau gabung, ayo makan bareng disana aja”. Kataku
Alexa dengan vera memutuskan untuk tetap makan di meja yang mereka pilih.
“Lo uda ditungguin cwo lo tuh, uda buruan lo kesana”. Sahut alexa
Akupun kembali ke meja yang meggy pilih.
“Ga lama kan?” tanyaku
“Ega ko, yaudah buruan makan ntar keburu dingin lagi.” jawabnya
          Aku memandang ke meja vera dan alexa sejenak. Aku merasa tak nafsu makan, lalu akupun disuapi oleh Gemmy.
“Kenapa ga nafsu? Bukannya kamu belom makan?” Tanyanya
Bukan apa2, biar disuapin sama kamu. “ candaku”
“Modus ya.” Sahut Gemmy
          Seusai makan kami hendak pergi kekelas dan aku pandang meja vera dan alexa yang ternyata sudah kosong. Ya sudah aku pergi dengan Gemmy saja. Hingga kami berpisah di depan kelasku.
          Tak lam kemudian dosen masuk kelas, proses perkuliahan berlanjut kembali. Aku dilempar dengan sebuah kertas, ku tengok kanan kiri dan ternyata vera.
Pulang kuliah jalan yukk....
Alexa uda mau kok, ngebolang kaia dulu kita.
          Aku mengangguk, tak lama kemudian meggy sms aku untuk ngajak maen ke rumah dia. Padahal aku uda janji sama vera dan alexa. Aku memending untuk pergi kerumahnya besok saja, dengan alasan yang sebenarnya. Syukurnya dia dapat mengerti itu.  
Kami bertigapun pergi maen bersama  dengan KRL.
          Besoknya aku pergi kerumah Gemmy sekaligus ngerayain Hari Jadiku dengannya yang ke 1 th. disana aku bertemu dengan mamanya dan adeknya dan mereka memberi kado kepada kami sedangkan aku dan gemmy melakukan tukar kado. Kami berempat bergurau bersama karena kami memang sudah dekat. Hingga pada akhirnya kami berempat bermain bersama di mall. Aku merasa sangat dengan dengan mamanya meggy hingga pada akhirnya aku disuruh untuk memanggil beliau dengan sebutan “mama”. Akupun mengiyakan.
          Hingga tiga jam berlalu, kami baru kembali pulang kerumah Gemmy. setiba disana, aku langsung diantar oleh Gemmy ke kostan aku dan dia langsung kembali pulang ke rumah.
         
***
Satu bulan berlalu.
          Aku, alexa dan vera menjadi akrab seperti dulu. Kami bertiga kerab sekali maen keluar bersama, hingga pada akhirnya kedekatan kami bertiga membuat aku lupa akan Gemmy.
          Tepat hari ini nyokapnya ulang tahun yang ke 45 th. Minggu kemaren aku sudah berjanji untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk hari ini, namun aku lupa akan janji itu. Aku lupa kalo hari ini nyokapnya ulang tahun, sedangkan aku malah nonton dengan alexa dan vera hingga sampe pukul 20.00 WIB.
          Seusai nonton aku lihat HP, dan ternyata ada 20 panggilan tak terjawab dan 12 sms dari Gemmy, tanpa pikir panjang aku langsung pamit dengan alexa dan vera untuk pulang duluan. Aku pergi kekampus karena disanalah Gemmy nunggu aku. Setiba di kampus, tepat lima langkah dari gerbang aku digang oleh segerombolan club motor. Aku berteriak, tak lama kemudian datanglah temen sekelas aku”Reno bersama Gemmy”. Gemmy marah dan mengusir club motor tersebut hingga pada akhirnya mereka pergi dari kampus. Mereka pergi disusul dengan Reno yang juga meninggalkan aku dan Gemmy. Gemmy menatapku sinis dan pergi seketika meninggalkan aku. Lalu aku mengejarnya.
Lena          : (kupegang tangannya) maaf....
Gemmy     : diam, dan menatapku dengan kecewa.
Lena          : aku minta maaf, aku tau aku salah. Aku gak bermaksud buat lupain hari ulang tahun mama.
          Gemmy pergi meninggalkan aku lagi, dia benar2 marah denganku. Aku kejar dia dan kupanggil dia namun dia tak mau menoleh apalagi berhenti, mungkin dia terlalu kecewa denganku. Dengan terpaksa kuhentikan langkahnya dengan menarik tangannya.
Lena          : please, dengerin aku sebentar. Berilah tanggapan karena diam ga bakal nyelesain masalah. Aku tahu kamu kecewa sama aku, aku memang salah. Kamu boleh marah tapi jangan diemin aku kaia gini.
Gemmy     : aku kecewa banget sama kamu.
Lena          : iya aku tahu. Trus aku harus nebus dengan apa agar kamu ga kecewa lagi? Kita masih bisa bikin sureprise buat mama kamu sayang, kita masih ada waktu. Aku mohon kasih aku kesempatan sekali aja.
Gemmy terdiam dan menatapku, tak lama kemudian dia menarikku menuju taman.
Gemmy     : tadi kamu bilang kita masi bisa bikin sureprise. Karena rencana aku uda gagal, lalu cara apa yang harus aku lakuin?
Lena          : kita pesen kue buat mama, trus beri sesuatu yang membuat mama kamu senang ke kamu. Kamu pasti tau apa yang mama minta ke kamu dalam waktu dekat ini.
Gemmy     : kamu yakin akan berhasil?
Lena     : sangat yakin.
Gemmy langsung mengajak pergi. Tempat pertama yang ia tuju adalah toko emas.
Lena          : mama kamu mau perhiasan?
Gemmy     : buat kita bertiga.
Lena          : Kita bertiga?
Gemmy     : iya.
Lena          : jangan Cuma iya deh, bikin aku penasaran aja.
Gemmy     : iya aku ceritain. Jadi beberapa hari yang lalu mama sempet bilang kalo beliau pengen banget liat kita tunangan dan beliau pengin terlibat dalam perjanjian itu. Jadi meski ini bukan acara resmi yang penting kan ada saksi dari pihak keluarga aku. Kamu setuju kan?
Lena          : ya udah, apa boleh buat.
Gemmy     : kamu terpaksa?
Lena          : ega.
Gemmy     : kok jawabnya gitu?
Lena          : abis kalo aku bilangnya terpaksa, aku takut. Soalnya kamunya kan galak.
Gemmy     : lebih baik kamu bilang yang sebenernya.
Lena          : (kupegang tangannya) aku mau banget.
          Gemmypun tersenyum dan membeli cincin tersebut. Lalu kami pergi ke toko kue, lalu kami memilih kue. Setelah itu kami menuju rumah nya dia. Tepat pukul 22.00 kami tiba disana, kami mengendap masuk kedalam rumah. Dengan kue yang dibawa oleh Gemmy, aku masuk terlebih dahulu kedalam. Kulihat dibangku ruangan rumahnya, mama Gemmy tertidur disana. sungguh aku memandang dengan perasaan iba, aku merasa bersalah. Lalu aku dan Gemmy yang ditemani oleh adenya “Rere” pun membantu aku membangunkan mama.
SUREPRISE...!!! teriak kami
          Acara pertama dimulai dengan nyanyian ulang tahun, Dan pemotongan kue.  Rasa haru menemani kami malam ini.
          Dan ini dia yang gue tunggu. Cincin yang Gemmy pilih diberikan kepada mamanya. Dan langsung dibuka olehnya. mama memberikan cicin pertama ke Gemmy untuk dipakaikan olehku. Selanjutnya, aku memakaikan cincin di jari manis nya Gemmy. dan yang terakhir, kami berdua memakaikan cincin tersebut ke jari mama Gemmy yang telah aku anggap sebagai mama sendiri. Ada permintaan mama yang akan aku ingat bahwa aku dan meggy telah terikat untuk lebih dewasa. Kami resmi mengikat janji malam ini. Dan mulai malam ini pula aku akan menjadi lia yang dewasa.
          UTS di semester 5 ini sudah di depan mata, tinggal dua minggu lagi. Tepat 10 hari lagi gemmy ulang tahun.  Pokoknya aku harus kasih sureprise yang luar biasa. Ucapku terhadap alexa.
          Seperti biasanya, seminggu sebelum UTS adalah hari tenang. aku senang ternyata ada waktu libur juga.
          Layaknya remaja, malam minggu gemmy maen kekostan aku. Padahal saat itu aku sedang tidur, karena dia punya kunci kostku makanya dia bisa langsung masuk. Aku yang saat itu sedang tidur nyenyak, dibangunkan oleh gemmy. dia mengelus-elus rambutku, lama sekali dia membangunkan aku yang lagi pulasnya tidur hingga 15 menit berlalu aku baru bangun dari tidurku.
Gemmy     : dasar kamu ini...
Lena          : (kaget) sejak kapan kamu disini?
Gemmy     : 15 menit yang lalu. Kamu ini jam segini uda tidur, mana susah lagi dibanguninnya. 
Lena          : (tertawa) namanya juga orang ngantuk. Kenapa kesini emang? Aku punya utang ma kamu (candaku)?
Gemmy     : iya, utang jalan. Maen ke rumah aku yuk?
Lena          : siap boss, Aku mandi dulu tapinya.  
Gemmy     : oke, aku bawain breadtalk tuh di meja. Kamu belum makan kan dari siang tadi?
Lena          : yaudah aku Makan dulu, ko kamu tau sih?
Gemmy     : iyalah aku gitu loh.... uda mandi dulu gihhh
Aku mandi sejenak, hingga 15 menit berlalu aku keluar dari kamar mandi.
Gemmy     : lama bangettt...
Lena          : orang bentar juga, aku dandan dulu.
Meggy       : dandan yang cantik yah, buat aku.
Lena          : itu pasti sayang.
          Setelah aku selesai dandan, kamipun berangkat meninggalkan kostan dengan honda jazz yang gemmy bawa.  Syukurnya malam itu jalanan tak begitu macet, hingga dalam waktu 15 menit kami udah sampai dirumah gemmy.
Lena          : ada acara apa emang? Ko rame banget sih
Gemmy     : arisan keluarga sayang. Jadi mama tadi nyuruh aku buat jemput kamu, aku mau ngenalin kamu ke keluarga aku. Mau kan?
Lena          : uda nyampe rumah ini baru ngomong, gimana aku bisa nolak.
Gemmy     : makanya tadinya aku ga ngomong-omong dulu(candanya).
          Lalu kami masuk ke dalam rumah. Hingga aku bertemu dengan mama (mama gemmy). Lalu aku dikenalkan dengan saudara-saudara gemmy. Hingga pada inti acaranya dimulai, aku dan gemmy pun turut resmi  bertunangan di acara tersebut.





                                                                        **Bersambung**

Komentar