- Menanti -
serdadu pekat angin berhembus
menelan bahagia yang dulu kurasa
hatiku yang kini makin menepis
semakin melarus-larut oleh lukanya
hatiku yang dulu mencintamu kini tetap iya
maaf bila kemaren
aku membuatmu terganggu dengan kemunafikanku
di teka-teki yang tak pernah berhentii
selalu membuat aku dan hatiku selalu menunggu
demi dirinya aku rela terus menanti
takkan berhenti meski waktu menelan sisa usiaku
__menanti
Komentar
Posting Komentar