- Diam -
peristiwa
kemarin hari,
ketika sang surya masih tertidur,
ketika seekor ayam belum berkokok,
kala itu,
selepas sunahku dibulan seribu bulan ini,
selepas kami menyantap rezekimu,
Kami diluapi amarah membara
ketika sang surya masih tertidur,
ketika seekor ayam belum berkokok,
kala itu,
selepas sunahku dibulan seribu bulan ini,
selepas kami menyantap rezekimu,
Kami diluapi amarah membara
menyanyi pelan adalah wajar,
celoteh kecil itu panutan,
celoteh kecil itu panutan,
dirimu dewasa,
dirimu benar,
Itu tuturmu,
dirimu benar,
Itu tuturmu,
Samar-samar kau
berceloteh di balik punggung kamarku,
Terdengar di kuping,
hatiku tersinggung rasa amarah,
maaf diriku menjawab celotehmu wahai sodaraku,
aku tertegun menadahkan kepalaku selekas itu,
terpukul rasa bersalah yg teramat,
namun hingga hari berlalu,
hingga kini kita tak bertegur sapa lagi,
berceloteh di balik punggung kamarku,
Terdengar di kuping,
hatiku tersinggung rasa amarah,
maaf diriku menjawab celotehmu wahai sodaraku,
aku tertegun menadahkan kepalaku selekas itu,
terpukul rasa bersalah yg teramat,
namun hingga hari berlalu,
hingga kini kita tak bertegur sapa lagi,
By.
Lia Ambarwati
Instagram
@liyambrw
Komentar
Posting Komentar